Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Walau pun secara formal Indonesia tidak menyebut dirinya sebagai Negara agama, namun penduduk Indonesia harus mencantumkan identitas agama dalam Kartu Tanda Penduduk. Dan agama apa yang harus diisikan di kolom KTP itu sudah disediakan alternatifnya oleh Negara. Tidak sembarang agama atau aliran kepercayaan diijinkan  oleh Negara untuk dianut penduduk Indonesia.  Apalagi orang yang mengaku atheis jelas akan dipandang aneh dan tidak akan diakui sebagai penduduk Indonesia kalau ia berani mengisinya di kolom agama.

Sebagai orang yang beragama, semua penduduk di Indonesia tentu rajin berdoa. Karena itu menarik untuk merenungkan apa makna doa bagi manusia. Apakah setiap kali orang yang beragama berdoa sampai ke dalam hatinya atau menjalankannya sebagai ritualitas rutin atau sekedar menjalankan kewajiban ibadah agama atau karena keterpaksaan lainnya? Doa bagaimana yang paling terasa khusyuk sehingga Tuhan itu benar-benar terasa hadir dan dekat di kehidupan manusia?

Sebagai ilustrasi saya pilih lagu Ave Maria yang dibawakan oleh Beyonce. Lagu yang dirilis pada tahun 2008 ini  merupakan perpaduan lagu yang indah, suara dan penghayatan yang oke , serta lirik yang mengandung makna spiritualitas yang mendalam. Ave Maria, atau dalam bahasa Indonesia Salam Maria,merupakan doa atau permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui perantaraan  Bunda Maria atau Maryam.

Menurut penafsiran saya  pribadi , Ave Maria dalam lirik lagu Beyonce ini merupakan ungkapan rasa syukur yang mendalam yang dirasakan oleh orang  yang telah menemukanNya, setelah melewati berbagai gelombang kehidupan. Ada kalanya manusia harus mengalami berbagai peristiwa pahit dahulu untuk kemudian baru menyadari betapa selama ini  ia telah menjalani hidupnya tanpa makna. Sebagian besar waktu dan pikirannya tersita untuk mengejar kepentingan dan kenikmatan duniawi, mengejar rencana dan target -target untuk menuju kesuksesan hidup , sehingga tak tersisa sedikit waktu untuk sekedar menyapaNya dalam doa, perenungan atau meditasi. Kalau pun itu dilakukan  terkadang tidak sepenuhnya datang dari hati . Ada banyak motivasi di balik ibadah dan doa yang dilakukan manusia . Tak jarang motivasi itu bukan karena ingin bertemu denganNya, tapi demi ego atau kepentingan pribadi manusia. Biasanya manusia baru menyadari keagungan KuasaNya dan lari bersimpuh kehadiratNya dengan sepenuh hati  saat dia  terjatuh dilanda oleh kegagalan, kehilangan  atau menderita penyakit.

She was lost in so many different ways…Out in the darkness with no guide

I know the cost of a losing hand…Never thought the grace of God

Namun,  Tuhan itu Maha Kasih. Dia membukakan pintu rumahNya bagi siapa saja yang mau datang kepadaNya. Dan untuk datang kepadaNya cukup dengan masuk ke dalam kamar dan sujud kehadiratNya dalam doa. Doa adalah salah satu jalan spiritual menuju kepadaNya . Dalam doa terkandung rasa hormat, cinta, permohonan ampunan dan iman kepada Tuhan. Melalui doa, manusia mencurahkan segenap ketidakberdayaannya untuk mengontrol kehidupannya. Dengan doa sepenuh iman, manusia akan memperoleh kekuatan baru untuk menghadapi lika-liku kehidupan, yang terpahit sekali pun.

Doa adalah cara manusia melakukan kontak dengan Tuhan.  Doa adalah curahan hati terdalam manusia kepada yang memberinya hidup.  Sesuatu yang menurut saya sangat bersifat pribadi.  Karena itu,  berkomunikasi atau berinteraksi dengan Tuhan paling terasa khusyuk saat tengah malam.  Saat  cahaya menghilang dan kegelapan serta kesunyian menyelimuti bumi…saat situasi sekeliling senyap. Di dalam kamar,  tidak ada orang lain yang melihat, tidak ada suara hiruk pikuk kehidupan …sunyi…senyap….hanya kita dan Dia.  Saat itu lah kita manusia bertemu secara pribadi dengan Tuhan. Saat seperti inilah Dia hadir dalam hidup kita. Surga itu ada di dunia . Dia lah sumber kekuatan dan pelepas  dahaga.

But I still go home knowing that I’ve got you

There’s us when the lights go down…..

You are my heaven on earth

You are my hunger, my thirst

Lirik lagu A V E  M A R I A menunjukkan bahwa sesungguhnya  jarak yang memisahkan manusia dengan Tuhan itu tidaklah jauh. Dia hanya sejauh doa. Jarak antara bumi dan “surga”  itu tidaklah jauh.  “Surga”  itu hanya sejauh doa. Tuhan dan “surga” akan hadir di dunia kalau manusia menjadikan sepanjang hidupnya sebagai bentuk ibadah dan doa kepadaNya.

Lagu Indonesia yang mengandung makna spiritual yang sama indahnya  dengan lirik lagu Ave Maria dapat dilihat dari  LAGU BIMBO  INI. Lirik lagu yang ditulis oleh penyair Taufik Ismail ini menganalogikan hidup manusia itu sebagai sajadah – alas bagi umat Muslim saat sholat. Kehidupan manusia itu adalah sajadah panjang yang membentang sejak dari buaian hingga ke tepian kubur, ini artinya sepanjang hidup manusia itu adalah ibadah. Hidup itu sendiri adalah ibadah dan doa. Dan usaha keras manusia untuk mencari rezeki dan mencari ilmu itu hanyalah interupsi atau kalau orang Jawa bilang “urip kuwi mung mampir ngombe” (hidup manusia   itu hanya sekedar numpang minum), artinya yang kekal itu adalah kehidupan sesudah di dunia.

Kalau hidup manusia itu sendiri adalah ibadah,  berarti jalan untuk bertemu dengan Tuhan  itu selain melalui  ritual doa juga dengan cara bagaimana membuat hidup kita menjadi bermakna dan seturut dengan kehendakNya. Menurut saya inilah doa yang sesungguhnya.