Beauty?… To me it is a word without sense because I do not know where its meaning comes from nor where it leads to. ~Pablo Picasso

Perempuan adalah salah satu keindahan dunia,  salah satu manifestasi dari cita rasa seni Penciptanya. Keelokan dan kecantikan tubuh dan wajah perempuan menjadi inspirasi banyak seniman untuk dituangkan ke dalam karya seninya. Tak terhitung berapa banyak lukisan atau patung perempuan cantik menjadi bukti sejarah peradaban manusia, menjadi karya fenomenal yang dikenal dan diingat banyak orang. Monalisa karya  Leonardo da Vinci , patung Nefertiti dan Cleopatra di Mesir,  Ken Dedes atau patung Roro Jonggrang di Candi Prambanan yang bagian tertentu tubuhnya mengkilap karena seringnya disentuh tangan jail manusia.  Patung perempuan saja mengundang niat nakal manusia, terlebih perempuan bukan patung tentu akan memancing lebih dari sekedar keisengan tangan nakal manusia.

Perempuan adalah makhluk Tuhan paling seksi  kata Ahmad Dani. Keseksian, kemolekan dan kecantikan perempuan menjadi berkah dan sekaligus kutukan bagi perempuan. Tidak ada tubuh manusia yang  sekontroversial dan mengundang perdebatan sebagaimana tubuh perempuan. Begitu indahnya perempuan sehingga dari awal keberadaannya, perempuan dituduh sebagai pihak yang menggoda dan menyeret Adam  ke dalam dosa. Tubuh perempuan adalah sumber godaan dan bencana, pembangkit gairah dan nafsu rendah laki-laki. Apabila mata, hati, pikiran dan nafsu lelaki  tak kuat menanggung godaan itu, maka laki-laki mudah tergelincir menjadi makhluk yang dikatakan lebih rendah dari manusia, menjadi binatang yang tidak bisa mengontrol diri dan syahwatnya sehingga memaksa dan menerkam perempuan untuk memenuhi nafsunya. Berapa banyak kasus pelecehan seksual dan perkosaan yang terjadi di dunia. Tak terhitung. Perempuan rawan terhadap tindak kejahatan bukan hanya karena perhiasan atau benda berharga yang dibawanya, tapi juga karena tubuhnya itu sendiri mengundang niat jahat orang untuk melakukan tindak kekerasan.  Ternyata dikodratkan sebagai manusia ber “tubuh perempuan”  tidaklah mudah, apalagi kalau ditambah lagi dengan  kecantikan , kalau tidak hati-hati bisa-bisa karunia itu  berubah menjadi kutukan, menjadi bencana.

Kecantikan perempuan adalah anugrah Tuhan. Namun apakah anugrah itu akan mendatangkan kebahagiaan atau bencana tergantung pada bagaimana perempuan memanfaatkan karunia itu dan bagaimana laki-laki merespon dan memperlakukannya. Bagi perempuan,  bisa jadi kecantikan itu merupakan modal awal yang membuatnya lebih mudah dalam mengarungi kehidupan ketimbang perempuan yang tidak dikarunia kecantikan. Dengan modal kecantikan paling tidak itu adalah asset tak ternilai untuk memasuki dunia yang menjual keindahan dan khayalan – dunia hiburan, industri entertainment.

Pada jaman dulu keindahan perempuan oleh para seniman dituangkan ke dalam kanvas lukisan atau patung dan  diperjualbelikan sebagai karya seni yang bernilai tinggi. Di jaman tehnologi informasi dan media yang canggih sekarang ini, pemanfaatan atau bahkan eksploitasi keindahan tubuh perempuan sungguh luar biasa dan di luar akal manusia. Adanya internet telah membuat industri yang mengekploitasi seksualitas perempuan semakin marak. Industri film dan musik semakin massif dan menemukan panggungnya dengan adanya televisi dan internet yang bisa disebarkan dan diakses oleh masyarakat seluruh dunia.  Industri  penjual citra kecantikan seperti produk fashion : baju, tas, perhiasan, sepatu serta aksesoris perempuan lainnya laris luar biasa. Alat-alat kecantikan seperti kosmetik, cat rambut, pelangsing tubuh dan rekayasa kecantikan seperti suntik silicon, bedah plastik  menjadi bagian dari gaya hidup perempuan modern saat ini.

Perempuan menjadi media ampuh untuk membangun image cantik sebagaimana dikonstruksikan atau dibangun oleh kolusi antara industri hiburan dan media , yang seringkali dilakukan tak lebih demi kepentingan bisnis semata.

Dalam industri entertainment, perempuan diperlakukan sebagai komoditas yang dipoles sedemikian rupa agar mencitrakan sosok perempuan bak boneka Barbie atau perempuan idaman sehingga laku dijual dan mengeruk uang sebanyak-banyaknya bagi pelaku industri hiburan. Apa dan bagaimana citra perempuan adalah hasil dari imajinasi laki-laki tentang perempuan yang ideal – yang kriterianya jelas sangat fisikal : cantik, seksi, glamour, dengan tubuh yang ramping berisi, kulit putih, rambut lurus dan kemilau. Apa pun profesi keartisannya – bintang film, model atau penyanyi – secara fisikal diprogram agar berpenampilan semacam itu. Apa dan bagaimana perempuan di dunia hiburan kebanyakan diputuskan oleh keputusan orang-orang di sekitar dirinya : manajer, agen , rumah produksi atau produser – yang kebanyakan adalah laki-laki.

Untuk mencapai puncak tangga popularitas, perempuan harus mau dimanipulasi agar tampil sesuai citra dunia industri hiburan dan itu adalah suatu perjuangan keras dan menyakitkan. Perempuan harus membayar mahal harga untuk menjadi bintang idola , diva atau  apa pun sebutannya.  Banyak cerita kelam di balik ketenaran seorang bintang. Tak sedikit perempuan yang harus mengorbankan tubuh dan harga dirinya untuk menjadi bintang yang dipuja banyak orang, menjadi pusat  sorotan  lampu kamera dan terpampang wajahnya di majalah dan televisi. Menjadi panutan atau role model dalam bertutur kata, berpenampilan atau sebagai trendsetter dunia mode dan fashion. Perempuan mana yang tidak memimpikan semua ini. Namun, perempuan di dunia industri hiburan bukanlah Cinderella yang hidup bahagia selamanya dengan sang pangeran. Perempuan yang tampil glamor, cantik, seksi dan  kemilau  itu adalah bentukan media dan agensi hiburan. Perempuan dituntut dan dipaksa untuk tampil sebagai perempuan khayalan. Tubuh, wajah dan penampilan adalah rancangan industri hiburan, bukan pribadi si bintang yang sebenarnya. Akibatnya, banyak artis perempuan yang tak kuat menghadapi tekanan akhirnya mengalami stress dan depressi.  Contoh tragis tentang perempuan,  kecantikan dan industri hiburan bisa ditemukan di kasus banyaknya artis Korea yang bunuh diri yang beritanya banyak tersebar di internet.

Bagaimana posisi perempuan di dunia hiburan bisa dilihat di videoklip  Listen yang dibawakan Beyonce Knowles.  Lagu Listen ini mengilustrasikan relasi artis perempuan dengan agensinya, yang dalam lagu ini diwakili oleh hubungan Beyonce sebagai penyanyi dengan manajernya . Lewat Listen ini Beyonce menyuarakan keinginan perempuan  untuk lepas dan diberi kebebasan untuk mengambil keputusan bagi dirinya. Lagu ini berteriak keras agar para lelaki mau mendengar apa keinginan perempuan …..

Listen

I am alone at a crossroads

I’m not at home in my own home

And I’ve tried and tried

To say whats on my mind

You should have known

Now I’m done believing you

You don’t know what I’m feeling

I’m more than what

You’ve made of me

I followed the voice, you gave to me

But now I’ve gotta find my own

You should have listened

Inilah suara indah  Beyonce dalam  LAGU LISTEN

Gambar : webpages.scu.edu