Dalam hidup seseorang suatu ketika tentu pernah mengalami peristiwa yang luar biasa , hal yang sulit dipahami logika manusia, sehingga diyakini peristiwa itu terjadi semata karena campur tangan Tuhan.  Inilah yang disebut sebagai mukjizat …Miracle. Banyak  kesaksian tentang keajaiban atau mukjizat  yang dipublikasikan di media cetak maupun internet. Selama ini saya tidak begitu tertarik membaca pengalaman spiritual seseorang, kalau pun baca ya sekedar untuk  killing time. Tapi beberapa hari yang lalu, tepatnya Kamis 1 Nopember 2012  sekitar setengah 1 malam,   saya dan teman-teman dosen Fisip UNS berenam mengalami peristiwa yang bagi kami sungguh luar biasa dan bagi saya pribadi  merupakan pengalaman  spiritual yang ajaib dan menakjubkan.

Ceritanya, malam itu kami dalam perjalanan pulang sehabis mengikuti Seminar Nasional Dies Natalis Fisip Unsoed ke -27 di Purwokerto dan sekitar pukul 12 malam lebih hendak mengantarkan teman yang tinggal di Yogya. Entah mengapa teman dosen yang orang Yogya itu seperti lupa jalan sehingga ceritanya kebablasan sampai ke ring road. Karena  jalan itu jalan tol satu arah maka kami meneruskan menelusuri jalan itu untuk menemukan jalan untuk bisa balik arah. Pas saat perjalanan itu,  di tengah jalan kami menemukan tanda bahwa jalan baru dalam perbaikan dan karena gelap kami tidak melihat sisa atau celah jalan yang bisa kami lewati. Entah bagaimana (ini yang kemudian sulit kami pahami) kok kami bisa bersepakat mengambil keputusan melewati celah menuju jalur sebelahnya yang tentu saja itu merupakan jalan satu arah yang berlawanan dengan arah mobil kami. Pemahaman kami berenam saat itu mungkin karena jalan diperbaiki dan disitu tidak ada tanda panah yang bisa memberi petunjuk celah jalan yang harus dilalui, maka mungkin jalan diarahkan ke jalur sebelah dan berubah menjadi jalan dua arah (suatu pikiran yang sangat tidak rasional yang kami heran luar biasa bagaimana bisa sampai ke otak kami. Kekuatan apa yang membuat kami seolah tidak bisa berpikir jernih).

Singkatnya, kami masuk ke jalur sebelah. Betapa kami terkejut dan shock ketika kemudian dari jauh kami lihat dua mobil beriringan dengan kecepatan tinggi melintas di depan kami. Saat itulah kami sadar bahwa jalan ini tetap merupakan jalan tol satu arah. Dan kami sudah terlanjur masuk dan berjalan ….dengan melawan arah !!!! Oh…My God. Secara insting diputuskan untuk memberi tanda dengan mengkedip-kedipkan lampu mobil. Tapi kami lihat mobil di depan kami tetap melaju kencang tanpa ada keinginan untuk melambatkan laju mobilnya (jelas mobil ini nggak salah.  Siapa sangka ada mobil melawan arah di jalan  satu arah, mungkin dia juga shock atau mengira kami rombongan orang mabuk atau orang gila naik mobil). Begitu saya lihat mobil itu melaju kencang di depan kami….saya merasa itulah saat terakhir kami. Dan saat itulah spontan dari mulut saya (sebagai penganut iman kristiani) terucap dengan pelan , tanpa berteriak , menyebut : “Jesus“, dan dalam hati saya mengucap kalimat yang biasa menutup doa umat Kristen :  “Kehendak-Mu jadilah”. Saya mengucap kalimat ini karena saya melihat hanya kuasa Ilahi atau mukjizat …Miracle …yang bisa menyelamatkan kami dan kalau ini akhir hidup kami ya inilah yang menjadi suratan nasib atau KehendakNya. Dan apa yang terjadi kemudian adalah ……suatu pengalaman batin yang tak bisa terlukiskan dalam kata. Sungguh ajaib….mobil yang melaju kencang di depan kami akhirnya berbelok menghindari mobil kami….demikian pula mobil yang melacu kencang di belakangnya juga mengikuti menghindari kami. Tapi ini belum berakhir…….dari jauh kami melihat entah truk atau bis yang jelas kendaraan besar yang melaju di depan kami. Namun, anehnya kami tidak panik. Ini yang juga membuat kami heran.  Kami semua tenang menghadapi semua situasi yang mencekam ini dan saya yang biasanya penakut bisa dengan tenang bilang ke rekan yang mengendarai mobil untuk terus mengedipkan lampu mobil. Dan mobil yang ketiga ini pun mengambil langkah seperti dua mobil sebelumnya. Setelah melaju beberapa waktu akhirnya kami melihat celah masuk ke jalur lambat dan pelan-pelan kami membelok ke arah sana. Begitu bisa masuk ke jalur lambat… betapa leganya kami ..rasanya plong.  It’s Amazing !!! … kata-kata yang biasa diucapkan Tukul ini berulang-ulang terlontar dari mulut kami.

Pengalaman  lolos dari maut ini sungguh benar-benar menakjubkan ….Amazing… dan ancaman maut itu tidak hanya berlangsung dalam hitungan detik, tapi kami harus terpaksa menghadapinya sepanjang kami menelusuri jalan yang melawan arah : …di jalan tol….di tengah malam…yang pastinya kendaraan melaju dengan kecepatan maksimal. Pelajaran yang bisa diambil adalah kami jelas bersalah dan  kecerobohan ini bisa merugikan keselamatan orang lain. Namun, kesalahan ini tidak akan terjadi kalau ada  penunjuk jalan atau tanda perbaikan jalan yang memadai.  Hikmah dari sisi spiritual, untuk saya pribadi, adalah peristiwa ini membuat iman saya akan Kebesaran Kuasa Tuhan  menjadi semakin kuat. Kuasa itu sungguh nyata. Saya yakin teman-teman saya yang beda iman tentu juga meyakininya. Mereka saat itu tentu juga, meskipun tak terlontar secara lisan,  meminta campur tangan Kuasa-Nya.

Peristiwa ini menyadarkan saya akan arti hakiki agama atau religion. Bagi saya, agama adalah media untuk mengenal Kuasa Ilahi. Agama menyediakan media bagi umat pemeluknya untuk menuju kepada yang Maha Kuasa itu. Agama bukan sekedar identitas, yang menunjukkan siapa “saya” dan siapa “mereka”. Agama adalah way of life, cara pandang, cara memaknai  hidup, cara saya menanggapi setiap momen dan setiap pergumulan hidup yang saya hadapi. Intinya, agama adalah sumber kekuatan spiritual.

Karena itu, saya selalu melihat agama sebagai relasi yang sangat pribadi yang hanya Dia yang perlu tahu, tidak perlu saya pertunjukkan di depan umum atau di ranah publik. Begitu pribadinya hubungan saya dengan Tuhan, membuat saya tidak ingin itu diketahui  banyak orang. Iman saya cukup Dia saja yang tahu. Saya tidak akan memanggil atau menyebut Nama-Nya tanpa tujuan yang jelas atau sekedar untuk menunjukkan identitas agama yang saya anut. Nama Tuhan yang saya imani hanya akan terucap dalam doa-doa pribadi. Saya ucapkan dengan sepenuh hati, sepenuh iman dan kepasrahan. Itu pula yang saya lakukan saat dengan pelan saya sebutkan Nama-Nya di saat diambang  ancaman maut. Dan ternyata sungguh benar firman Yesus yang menyatakan iman sekecil apapun memiliki kekuatan yang luar biasa :  If you have faith as small as a mustard seed, you can say to this mountain, ‘move from here to there’ and it will move.” (Matthew 17:20)

Untuk menutup tulisan ini saya kutip kata-kata inspiratif tentang mukjizat atau miracles berikut :

When you speak from your heart and say the words your soul has only dared to whisper, that’s when miracles happen (Unknown)

When you wish for something it most likely comes true – in forms small or big. You can be assured that there is a real connect with that one person out there ( http ://thengodiary.blogspot.com)

Refleksi tentang keajaiban Kuasa Tuhan menjadi lebih merasuk pabila sambil mendengarkan   lagu Sarah Mclachlan   Ordinary Miracle