Menyimak perilaku para selebritas politik di media massa khususnya TV  kelihatan sekali mereka – pejabat eksekutif, politisi , akademisi dan  aktivis – sebagian besar merupakan tipe orang yang pandai dan senang bicara. Semua ingin mengemukakan pendapat dan kritikan, ingin memamerkan ilmu atau kepakarannya. Semua berlomba-lomba ingin didengarkan. Nampaknya tipe orang yang senang didengarkan namun enggan mendengarkan  dengan mudah kita temukan di komunitas mana pun.  Apakah memang orang Indonesia itu kebanyakan adalah orang yang senang bicara di depan forum dan didengarkan serta menjadi pusat perhatian banyak orang?

Pernah menemui tipe orang yang kalau bicara pokok pembicaraan selalu terpusat pada hal-hal seputar dirinya sendiri?  Perbincangan apa pun dengan siapa pun,  pembahasan selalu dibelokkan kearah dirinya. Saya yakin tipe narsistik semacam ini dengan mudah ditemukan dan bahkan   bisa jadi merupakan tipe dominan di kebanyakan lembaga di Indonesia. Orang narsistik yang bangga berlebihan dengan dirinya kebanyakan memang orang-orang yang hebat di bidangnya. Bagaimana kalau orang yang narsistik dan selalu ingin didengarkan ini menjadi pimpinan? Bagaimana caranya belajar menjadi pemimpin yang mau menjadi pendengar yang baik?

Mari  BELAJAR MENDENGARKAN

Gambar : christianart.com