Bahasa adalah alat komunikasi  berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.  Melalui bahasa manusia bisa bekerja sama dan berinteraksi dengan sesamanya. Namun di tangan manusia, bahasa bukan sekedar alat untuk berkomunikasi tapi dapat pula dimanipulasi sedemikian rupa   untuk memaksimalkan kepentingannya.

Lihatlah bagaimana para pejabat Negara dan politisi pandai berpidato dan menghipnotis pendengarnya dengan janji-janji dan retorika.  Politisi menyadari betul kekuatan bahasa dalam mempengaruhi pikiran manusia. Manusia memang makhluk yang ahli memanipulasi apapun, termasuk memanfaatkan  bahasa untuk alat politik atau alat kontrol sosial.

Bahasa yang digunakan untuk kepentingan kekuasaan akan  mengalami distorsi makna yang luar biasa. Bahasa politik penuh eufemisme, jargon dan retorika. Adakah bahasa  yang membuat orang  tidak sekedar mengerti maknanya tapi pesannya juga sampai , tidak hanya ke telinga tapi juga ke hati pendengarnya ? Bahasa apakah itu ? INILAH  JAWABNYA